Cinta dalam Diam
Cinta dalam Diam
Aku siapa ? Aku kan hanya peran yang
melintas dan mengganggu hidupmu, namun mengagumimu
Iya, abaikanlah aku terus, aku sudah
cukup kuat membangun tiang ini untuk kau abaikan (lagi)
Bertahun-tahun bukan waktu yang singkat, selama itu aku menutup mulutku
rapat-rapat
Aku terlalu biasa dengan semua ini, hingga aku mampu merahasiakan perasaan
ini dengan baik
Aku hanyalah seseorang yg rela kau biarkan menunggu, yang rela bertahan
dalam pengabaian
Kamu selalu menjadi fokus utamaku, kamu selalu jadi orang yg ku pandang
meskipun dari kejauhan
Aku tak menonjol dalam hal apapun. wajar saja kau tak menganggap ada
kehadiranku
Hanya karena aku tak bisa mengungkapkan bukan berarti aku tak menyimpan
perasaan yang dalam
Setidaknya biarkan aku terus mencintaimu dalam diam, meskipun aku tahu perasaan ini tak terbalaskan dan mungkin salah
Aku mencintaimu walau dalam diam, aku selalu mengagumimu walau tak pernah
aku ungkapkan padamu
Aku selalu membawa namamu dalam doa, meskipun kamu tak sadar, ada aku yg
mencintaimu disini
Tak mungkin jika selama ini kau tak tahu jika aku menyimpan rasa
untukmu
Selama ini aku didekatmu, memelukmu dalam doa, mencintaimu dalam kebisuanku
Biarkanlah cinta ini tetap ada, walaupun terjebak dalam diam
Cinta tak harus memiliki ? kalau begitu mencintaimu dalam
diam pun bukan menjadi masalah bagiku
Apakah sosokmu nyata ? Mengapa engkau begitu sempurna,
bahkan dari kejauhan
Bagiku, tak masalah mencintaimu dalam diam, asalkan kamu masih bisa ku
pandang dan kurasa. Itu cukup
Ada yang mendoakanmu meski kamu mengabaikan. Ada yang merindukanmu meskipun
kamu tak tahu. Itu ‘AKU'
Karena mungkin lebih baik memendam, jika yang terucap hanya akan menambah jarak
Apa yang salah mencintaimu tanpa balasan ? Apa yang salah dengan
mencintaimu dalam diam ?
Hanya berani menatapmu dalam kejauhan, mencintaimu dalam bisu, dan
merindukanmu dalam air mata
Bisakah aku meminta sekali saja aku terlihat penting di mata bahkan
dihatimu. Oh aku sadar betapa tak tau dirinya aku
Memilih untuk diam, memperhatikan dari kejauhan bahkan mendoakan dalam
diam-diam. Cukup sederhana
Aku mencitaimu walau hanya dalam diam, aku selalu mengagumimu walau tak
pernah ku ungkapkan kepadamu
Aku hanyalah pemeran yang sudah dituliskan Tuhan untuk menjagamu tapi tak
disampingmu, mencintai tapi tak selalu disisi
Bukalah matamu, bukan buka mata itu, tapi mata hatimu, lihatlah sesosok ku
yang diam-diam memperhatikanmu
Imajinasi tetaplah menjadi imajinasi, Mimpi tetaplah menjadi mimpi,
Kenyataannya kamu hanyalah mimpi yang ku imajinasikan
Untuk menyentuh sedikit saja bagian dari hatimu aku pun tak sanggup, kurang
apa aku ? Mungkin kurang tau diri
Dalam sudut hati ku menyimpan rasa, hanya dalam sudut ruang ku memandang,
biarkan aku jatuh cinta diam-diam
Punggungmu begitu teduh untuk kunikmati, pelukanmu begitu hangat untuk
kuresapi, tapi apa daya ketika semua hanya mimpi
Selama ini, aku berharap kamu bisa tahu perasaanku, walau rasanya itu
mustahil
Aku berusaha menjagamu tanpa menjagamu, biarlah ku menyayangimu dari jauh
Bukankah hanya gandeng tangan itu mudah ? Lalu apa yang sulit ? Mengagumimu dalam diamku
Biarkan aku memelukmu tanpa memelukmu, biarkan aku hanya mengagumimu dari
jauh
Mengagumimu dari jauh, melihatmu tanpa menyentuhmu, seperti menyentuh angin
yang tak pasti
Kurang beruntungkah insan yang kusebut "Kamu"? Walaupun hanya dalam diam, aku selalu bertanya tentangmu
bahkan selalu merindu
Jauh dari tatapan, jauh dari pelukan, namun selalu menjadi yang terdekat
untuk selalu mengatakan "RINDU"
Tanpa kata hanya melalui diam, Tanpa kepastian hanya melalui harapan,
Dengan jauh ku mengagumimu
Kamu tahu bagaimana pungguk merindukan bulan ? seperti itulah aku
menganggumimu dalam kejauhan dan dalam diam
Untuk Kamu, yang Selalu Aku Sebut dalam Do’aku ♥
Komentar
Posting Komentar