Artikel Pengantar Public Relations
Pengantar Public Relations
Oleh
Muhammad Dzulfiqar Wiraputra
A.
Pendahuluan
Public Relations (PR) atau yang lebih dikenal dengan istilah Hubungan Masyarakat
(Humas) diartikan sebagai profesi yang berhubungan dengan masyarakat dengan
sekelompok individu yang berjumlah banyak. Seorang Public Relations
harus mampu menciptakan opini publik untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam
hubungannya dengan masyarakat, public relations harus bisa membangun dan
mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dengan masyarakatnya,
serta memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Jadi, definisi Public
Relation (PR) adalah seseorang yang profesional dalam bidangnya untuk
menciptakan opini publik, kepercayaan, dan goodwill serta penetapan
kebijaksanaan dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan secara terus menerus guna membangun dan
mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dengan masyarakatnya
karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang
bersangkutan.
B.
Public Relation
dalam Definisi
Menurut Kotler dan Armstrong
(2008:117), ”Public Relations (hubungan masyarakat) ialah membangun
hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk mendapatkan publisitas yang
diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menghadapi
rumor, berita, dan kejadian tidak menyenangkan.”
Menurut Marsefio S. Luhukay dalam
Jurnal Scriptura (2008:19) Public Relations (PR) hadir sebagai suatu
kebutuhan, kebutuhan untuk menjembatani organisasi dengan para pemangku
kepentingan (stakeholders). Jembatan yang dibangun PR bukanlah jembatan
keledai, tetapi jembatan yang sungguh-sungguh kokoh, berdiri atas dasar Trust,
Honest, dan Credibility. Public Relations ada, karena ada
kepercayaan. Artinya masyarakat percaya pada organisasi dan organisasi percaya
pada masyarakat atas dasar saling pengertian dan win-win solution. PR membangun
citra dan reputasi organisasi lewat opini public yang menguntungkan (favourable)
melalui kaca mata publik yang memotret aktivitas organisasi di media massa.
Lewat citra dan reputasi organisasi tetap dapat berdiri kokoh dalam ranah
kompetisi yang sangat tajam merebut pangsa pasar dan konsumen yang loyal pada
produk dan servis dari organisasi.
Public Relations (PR) adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi
dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi
tersebut (Cutlip, Center, & Broom, 2009:6). Dalam buku “Effective Public
Relations” Menurut Rex F.
Harlow, dalam definisinya mencakup
elemen konseptual dan operasional: Public Relations adalah fungsi
manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi,
pemahaman bersama, penerimaan mutual dan
kerja sama antara organisasi dan publiknya; PR melibatkan manajemen problem
atau manajemen isu; PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapat
informasi terkini tentang opini publik: PR mendefinisikan dan menekankan
tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik; PR membantu
manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahaan secara efektif,
dan PR dalam hal ini adalah sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi
arah perubahan (trends); dan PR menggunakan riset dan komunikasi yang
sehat dan etis sebagai alat utamanya (Cutlip, Center, & Broom, 2009:9).
Definisi Menurut (British) Institute
of Public Relations (IPR) PR adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara
terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat
baik (good-will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan
segenap khalayaknya. Definisi Menurut (Frank Jefkins) PR adalah semua bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. Pertemuan asosiasi-asosiasi
PR seluruh dunia di Mexico City pada bulan Agustus 1978, menghasilkan
pernyataan mengenai definisi PR sebagai berikut: “Praktik PR adalah sebuah seni
sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memperkirakan
setiap kemungkinan konsekuensinya, memberi masukan dan saran-saran kepada para
pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana
untuk melayani kebutuhan organisasi dan kepentingan khalayaknya (Jefkins &
Yadin, 2004: 9-11).
Jadi berdasarkan definisi-definisi
tersebut terdapat beberapa inti dari public relations yakni : goodwill,
kepercayaan, pengertian pada dan dari publik sesuatu badan khususnya dan
masyarakat umumnya. Dalam public relations terdapat suatu usaha untuk
mewujudkan hubungan yang harmonis antara sesuatu badan dan publiknya, usaha
untuk memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga akan timbul
opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup badan tersebut.
(Saputra dan Nasrullah, 2011:4)
C.
Falsafah Public Relations
Public Relations (PR) merupakan falsafah sosial manajemen yang diterapkan pada
kebijaksanaan, dan pelaksanaannya melalui interpretasi yang peka atas berbagai
peristiwa berdasarkan komunikasi dua arah atau timbal balik dengan publiknya, untuk
menumbuhkan saling pengertian dan etiket baik.
PR juga merupakan bagian integral
yang tak terpisahkan dari kegiatan usaha atau bisnis. Edward L. Berneys dalam
bukunya Public Relations menyatakan bahwa PR mempunyai tiga macam arti, yaitu
(Edward L. Berneys, 2002) :
1.
Memberi
informasi kepada masyarakat;
2.
Persuasi
yang dimaksudkan untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap
lembaga, demi kepentingan dua belah pihak;
3.
Usaha
untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antara lembaga dengan sikap atau
perbuatan masyarakat dan sebaliknya.
Empat unsur
falsafah dari definisi Public Relations adalah sebagai berikut : (Juwito,
2008:20)
a.
PR merupakan
falsafah manajemen yang bersifat sosial.
b.
PR
merupakan perwujudan falsafah tersebut pada tataran kebijaksanaan.
c.
PR
merupakan komunikasi dua arah yang menunjang keberhasilan kebijakan itu dengan menjelaskan,
menginformasikan, mempertahankan atau mempromosikannya kepada publik sehingga
tercipta saling pengertian dan etiket baik.
d.
PR
merupakan suatu cara pendekatan untuk menciptakan opinipublik.
Adapun empat
unsur falsafah Public Relations yang berpengaruh dibidang teori dan praktik
adalah sebagai berikut :
a.
PR
sebagai upaya mempengaruhi kemauan individu, golongan, atau masyarakat yang
menjadi sasaran, dengan maksud mengubah pikiran, pendapat publik secara umum oleh
pemerintah.
b.
PR
ditujukan untuk mendorong atau memajukan usaha-usaha di bidang ekonomi.
Falsafah ini dipakai oleh badan usaha ekonomi yang mencari keuntungan.
c.
PR
dengan menggunakan pengetahuan yang luas dan bijaksana bisa dipergunakan dalam pencapaian
tujuan.
d.
Dimaksud
misi di sini arah tujuan dari fungsinya diintegrasikan dengan kebutuhan publik.
D.
Proses Public Relations
Menurut Cutlip & Center (dalam
Kasali dan Abdurachman), proses PR sepenuhnya mengacu kepada pendekatan
manajerial. Proses ini terdiri dari : fact finding, planning, communication,
dan evaluation (Abdurachman, 2001:31). Kasali mengadapsinya menjadi
: pengumpulan fakta, definisi permasalahan, perencanaan dan program, aksi dan
komunikasi, serta evaluasi.
1.
Fact
finding adalah mencari dan mengumpulkan
fakta/data sebelum melakukan tindakan. Misalnya PR sebelum melakukan suatu
kegiatan harus terlebih dahulu mengetahui, misalnya : apa yang diperlukan
publik, siapa saja yang termasuk kedalam publik, bagaimana keadaan publik
dipandang dari berbagai faktor.
2.
Planning adalah berdasarkan fakta membuat rencana tentang apa yang harus
dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah itu.
3.
Communicating adalah rencana yang disusun dengan baik kemudian dikomunikasikan
atau dilakukan kegiatan operasional.
4.
Evaluation adalah mengadakan evaluasi tentang suatu kegiatan, apakah tujuan
sudah tercapai atau belum. Evaluasi itu dapat dilakukan secara kontinyu. Hasil
evaluasi ini menjadi dasar kegiatan PR berikutnya.
Kasali
menegaskan bahwa proses PR memperlihatkan dengan jelas pelaksanaan tugas PR
bukan semata-mata melakukan aksi, melaikan membutuhkan rencana-rencana dan
diikuti langkah-langkah pengendalian melalui proses evaluasi (Soemirat &
Ardianto, 2010:90).
Proses PR
selalu dimulai dan diakhiri dengan penelitian. berikut ini adalah empat langkah
yang biasa dilakukan dalam proses PR.
1.
Definisikan
Permasalahan
Begitu
pula dalam PR, seorang praktisi PR harus dapat mengenal symptom dan
penyebabnya.
2.
Perencanaan
dan Program
Pada
tahap ini seorang praktisi PR sudah menemukan penyebab timbulnya permasalahan
dan sudah siap dengan langkah-langkah pemecahan atau pencegahan.
3.
Aksi
dan Komunikasi
Banyak
praktisi PR sering melupakan kedua proses di atas dan langsung masuk ke tahap
ketiga, yaitu langsung melakukan aksi dan komunikasi berdasarkan asumsi
pribadi. Meski tidak jarang tindakan itu membawa hasil yang tidak buruk,
langkah ini sama sekali tidak disarankan karena terlalu tinggi resikonya bagi
citra perusahaan.
4.
Evaluasi
Program
Proses
PR selalu dimulai dari mengumpulkan fakta dan diakhiri pula dengan pengumpulan
data. Untuk mengetahui apakah prosesnya sudah selesai atau belum, seorang
praktisi PR perlu melakukan evaluasi atas langkah-langkah yang telah diambil
(Nova, 2011:51-52).
E.
Peran Public Relations
Menurut Ruslan (2005) mengutip
Dozier dan Broom (1995) dalam (Hamsinah)
jurnal Pembetukan Corporate Image Untuk Citra dan Reputasi Perusahaan
bahwa peranan Public Relations di bagi empat kategori dalam suatu
organisasi yaitu :
1.
Tenaga
ahli (Expert prescriber)
Sebagai
praktisi Public Relations yang berpengalaman dan berkemampuan tinggi
dapat untuk mencari solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan
publiknya.
2.
Fasilitator
komunikasi (Communication fasilitator)
Dalam
hal ini, praktisi Public Relations bertindak sebagai komunikator atau
mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang
diinginkan dan diharapkan oleh publiknya dari organisasi yang bersangkutan,
sekaligus harus mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan
organisasi pada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik
tersebut dilaksanakan oleh Public Relations bersangkutan dapat tercipta
saling pengertian, mempercayai, menghargai, dan toleransi yang baik dari ke dua
belah pihak.
3.
Proses
fasilitator pemecahan masalah (Problem solving process fasilitator)
Peranan
ini merupakan bagian tim manajemen untuk membantu pimpinan organisasi baik
sebagai penasehat sehingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam
mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan
profesional.
4.
Teknik
komunikasi (Communication technician)
Kegiatan public
relations pada hakikatnya merupakan bagian dari tehnik kegiatan berkomunikasi
dengan ciri khas komunikasi dua arah (two ways traafic communication)
antara lembaga atau organisasi yang diwakilinya dengan publiknya atau
sebaliknya. Setelah melakukan kegiatan komunikasi tersebut, pihak Public
Relations menganalisa untuk mengetahui efeknya atau feed back,
apakan berdampak baik terhadap citra, atau sebaliknya menjadi negatif sehingga
kurang menguntungkan bagi perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.
Sebagai bagian
dari manajemen suatu perusahaan, maka public relations juga memiliki peranan
untuk melakukan komunikasi dua arah timbal balik antara perusahaan dengan
publiknya. Karenanya peranan public relations dalam manajemen suatu perusahaan
terlihat dalam aktivitas pokok public relations yaitu (Ruslan, 2007:24):
1.
Mengevaluasi
sikap atau opini publik,
2.
Mengidentifikasi
kebijakan dan prosedur perusahaan dengan kepentingan publiknya,
3.
Merencanakan
dan melaksanakan penggiatan aktivitas public relations.
Dari peranan
yang tertera di atas penulis dapat menyimpulkan humas mempunyai empat fungsi
peranan di antaranya yakni Expert Preciber Communication, Problem Solving
Process Facilitator, Communication Fasilitator, Technician Communicator.
Dalam peranan tersebut Public Relations menempati posisi penting.
F.
Tugas Public Relations
Tugas–tugas pokok dari Public
Relations perusahaan menurut Colin Couldon – Thomas dalam bukunya Public
Relations Pedoman Praktis untuk PR adalah sebagai berikut (Colin Coulson,
1996:18) :
1.
Mengevaluasi
kekuatan dan kelemahan perusahaan, baik perusahaan sendiri maupun perusahaan
saingan juga ancaman dan peluangnya, mendiagnosis masalah-masalah yang dapat
dipecahkan melalui sarana-sarana Public Relations, mengidentifikasi
masyarakat yang dituju dan saluran-saluran yang paling efektif digunakan untuk
menjangkau mereka.
2.
Memberi
nasihat kepada pihak manajemen di semua tingkatan, terutama mengenai
perkembangan intern dan ekstern yang mungkin dapat mempengaruhi reputasi
perusahaan dalam hubungannya dengan kelompok-kelompok lain yang menjadi sasaran
komunikai perusahaan.
3.
Menjadi
ahli depositor karena itu harus mengetahui semua aspek komunikasi perusahaan
baik intern maupun ekstern
4.
Membuat
kontak dengan para pengambil keputusan ekstern yang penting
5.
Memastikan
arus informasi yang efektif untuk kelompok-kelompok masyarakat yang terpilih
6.
Membentuk
komisi-komisi riset untuk proyek-proyek khusus agar dapat menentukan dan
memperkirakan situasi dan masalah atau mengukur efektivitas program-program
dari Public Relations yang telah dilaksanakan
7.
Mengevaluasi
masalah-masalah dan aktivitas Public Relations sehingga dapat memberikan
laporan-laporan yang teratur kepada pihak manajemen
8.
Merencanakan
dan me-manage kegiatan-kegiatan delegasi perusahaan
9.
Membantu bagian-bagian lain
dengan menganalisis masalah-masalah komunikasi, menulis dan menerbitkannya
10.
Memastikan
seluruh organisasi dan tidak melakukan sesuatu tindakan yang dapat mencemarkan
nama baik organisasi.
Tugas Public
Relations menurut Oxley yang dikutip oleh Yosal Iriantara dalam bukunya
Manajemen Strategis menyebutkan bahwa tugas Public Relations adalah (Yosal
Iriantara, 2004:45) :
a.
Memberi
saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal dan eksternal yang
mungkin mempengaruhi hubungan organisasi dengan publik-publiknya
b.
Meneliti
dan menafsirkan untuk kepentingan organisasi, sikap publik-publik utama pada
saat ini atau antisipasi sikap publik-publik pokok terhadap organisasi
c.
Bekerja
sebagai penghubung antara manajemen dan publik-publiknya dan
d.
Memberi
laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang mempengaruhi
hubungan publik dan organisasi.
Daftar Pustaka
Bernays, Edward. L. 2002. Public Relations. Kesingger Publishing,
LLC
Colin Coulson -
Thomas, Public Relation, 1996 : Pedoman Praktis untuk Humas. Jakarta : Bumi.
Aksara
Cutlip, Scott
M. Allen H, Center. Broom, Glen M. 2005.
Effective Public Relations. Edisi 8. Jakarta: PT Indeks Kelompok
Gramedia
Jefkins,&
Yadin. 2003. Public Relations. Edisi kelima Jakarta: Penerbit Erlangga
Kasali,
Rhenald. 2000 Manajemen Public Relation. Jakarta: PT. Temprint
Kotler, Philip
and Gary Armstrong, 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1.
Jakarta : Erlangga.
Marsefio S.
Luhukay, 2008. Penerapan Manajemen Krisis di Indonesia. Jurnal Ilmiah
Scriptura, Vol. 2, No. 1, 19.
Ralph Currier
David dan Allan C. Filley, 1973. Principle Of Management, Penerbit:
Alexander Hamilton Institute. New York.
Ruslan,
Rosady.. 2004 Metode Penelitian: Public Relation dan Komunikasi.
Penerbit: PT. Raja Grafindo Perkasa. Jakarta
Soemirat, Soleh
& Ardianto, Elvinaro. 2007, Dasar-Dasar Public Relations, Bandung, Rosdakarya.
Yosal Iriantara.
2004, Community Relations Konsep dan
Aplikasi. Bandung : Sembiosa Rekatama Media
Komentar
Posting Komentar