Kedudukan / Peranan Seorang Public Relations
Kedudukan / Peranan Seorang Public Relations
Oleh
Muhammad Dzulfiqar Wiraputra
Sekarang ini peran Public Relations sudah semakin kompleks,
tidak hanya berperan membentuk citra lembaga/organisasi namun juga sebagai
komunikator yang baik bagi masyarakat ekstern maupun intern. Seorang Public
Relation pun dituntut tidak hanya mementingkan penampilan fisik/luarnya
saja namun yang paling penting adalah seorang public relation harus mempunyai
kemampuan berkomunikasi yang baik serta pandai bergaul dengan publik. Sehingga
dengan adanya Public Relations dalam sebuah lembaga/organisasi diharapkan
akan mampu memperlancar jalannya interaksi serta pemberian informasi dari
lembaga kepada masyarakat ekstern dan intern secara aktual dan faktual tentang suatu
kegiatan/kebijakan yang dibuat oleh lembaga/organisasi. Oleh karena itu seorang
Public Relations harus mengerti dan memahami kedudukan / peran Public
Relations itu sendiri agar tercipta citra lembaga/organisasi yang baik
untuk lembaga/organisasi itu sendiri.
Menurut Ruslan (2005) mengutip Dozier dan Broom (1995) dalam (Hamsinah) jurnal Pembetukan Corporate
Image Untuk Citra dan Reputasi Perusahaan bahwa peranan Public Relations
di bagi empat kategori dalam suatu organisasi yaitu : (1) Tenaga Ahli (Expert
Prescriber), Sebagai praktisi Public Relations yang berpengalaman
dan berkemampuan tinggi dapat untuk mencari solusi dalam penyelesaian masalah
hubungan dengan publiknya. (2) Fasilitator Komunikasi (Communication
fasilitator), Dalam hal ini, praktisi Public Relations bertindak
sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal
untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya dari
organisasi yang bersangkutan, sekaligus harus mampu menjelaskan kembali
keinginan, kebijakan dan harapan organisasi pada pihak publiknya. Sehingga
dengan komunikasi timbal balik tersebut dilaksanakan oleh Public Relations
bersangkutan dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, dan
toleransi yang baik dari ke dua belah pihak. (3) Proses Fasilitator Pemecahan
Masalah (Problem Solving Process Fasilitator), Peranan ini merupakan
bagian tim manajemen untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat
sehingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau
krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional. (4) Teknik Komunikasi
(Communication Technician), Kegiatan Public Relations pada
hakikatnya merupakan bagian dari tehnik kegiatan berkomunikasi dengan ciri khas
komunikasi dua arah (two ways traafic communication) antara lembaga atau
organisasi yang diwakilinya dengan publiknya atau sebaliknya. Setelah melakukan
kegiatan komunikasi tersebut, pihak Public Relations menganalisa untuk
mengetahui efeknya atau feed back, apakan berdampak baik terhadap citra, atau sebaliknya
menjadi negatif sehingga kurang menguntungkan bagi perusahaan atau organisasi
yang bersangkutan.
Menurut Oxley di dalam buku Community Relations konsep dan
aplikasinya yang ditulis oleh Iriantara (2012:12-13), peran Public relations
adalah : (1) Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal
dan eksternal yang mungkin mempengaruhi hubungan oreganisasi dengan
publik-publiknya. (2) Meneliti dan menafsirkan untuk kepentingan organisasi,
sikap public-publik utama pada saat ini atau antisipasi sikap public-publik
utama terhadap organisasi. (3) Bekerja sebagai penghubung (liaison) antara manajemen
dan publik-publiknya. (4) Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang
semua kegiatan yang mempengaruhi hubungan publik dan organisasi.
Sebagai bagian dari manajemen suatu perusahaan, maka public
relations juga memiliki peranan untuk melakukan komunikasi dua arah timbal
balik antara perusahaan dengan publiknya. Karenanya peranan public relations
dalam manajemen suatu perusahaan terlihat dalam aktivitas pokok public
relations yaitu (Ruslan, 2007:24): (1) Mengevaluasi sikap atau opini publik.
(2) Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur perusahaan dengan kepentingan
publiknya. (3) Merencanakan dan melaksanakan penggiatan aktivitas public
relations.
Sebagai tambahan Agung Laksmana (2010:7) dalam bukunya mengutip
Public Relations di group Virgin yang dimiliki Sir Richard Branson ini, “Kami
selalu menempatkan Public Relations pada posisi strategis bagi manajemen dalam
pengambilan keputusan. Kami memandang Public Relations bukan saja sebagai alat
komunikasi dengan media, namun juga menjadi bagian penting dalam menumbuh
kembangkan hubungan kami dengan pelanggan”.
Dari beberapa peranan Public Relations di atas, dapat
disimpulkan bahwa peranan dari seorang Public Relations adalah seseorang
yang menghubungkan antara manajemen perusahaan terhadap public untuk
menjembatani hubungam komunikasi, sehingga Public Relations dapat
mengetahui keinginan dan kebutuhan kedua belah pihak.
Daftar Pustaka
Agung, Laksamana. 2010. Internal Public Relations. Jakarta:
Republika.
Broom, Glenn.
M., Dozier, David. M. 2000. Using Research in Public Relations: Application to
Program Management. New Jersey: Prentice Hall Convelo
Ruslan,
Rosady. 2004 Metode Penelitian: Public Relation dan Komunikasi.
Penerbit: PT. Raja Grafindo Perkasa. Jakarta
...........................,
2004, Manajemen Humas & Komunikasi: Konsepsi dan Aplikasi, Jakarta,
Rajawali Press (Edisi Revisi), PT. Raja Grafindo Persada,
Komentar
Posting Komentar