Strategi dalam Public Relations



Strategi dalam Public Relations
Oleh
Muhammad Dzulfiqar Wiraputra

Pada  perkembangan  dalam  masyarakat,  manusia  yang  satu  dengan  manusia  lainya  yang memiliki  hubungan  semakin  jauh,  itu  disebabkan  oleh  hubungan  antar  manusia  menimbulkan nilai-nilai  baru  yang  mengakibatkan  pada  perubahan  pada  sektor  politik,  ekonomi,  sosial  dan budaya.
Bila    diperhatikan    perkembangan    masyarakat    di    era    globalisasi    saling    pengaruh mempengaruhi dalam memenuhi berbagai kepentingan  dan inilah yang dinamakan Public. Scott M.  Cutlip  dan  Allen  H.  Center  dalam  buku  “Effective  Public  Relations”  menjelaskan  tentang public  yaitu, ”A  public  is  simply  a  collective  noun  for  a  group-a  group  of  individuals  tied together  by  some  common  bound  of  interest-and  sharing  a  sense  of  togetherness”. (Public merupakan  sebuah  harta  benda  kolektif  bagi  suatu  kelompok-kelompok  orang  yang  sama-sama terikat oleh suatu kepentingan  yang sama dan menunjukkan perasaan kebersamaan).
Oleh   sebab   itu,   Public   Relations   atau   humas   sangat   diperlukan   baik   pada   tingkat pemerintahan maupun perusahaan. Public relations diharapkan dengan masyarakat dalam berbagai aktivitas  bisa  sama-sama  memberikan  informasi  dengan  tujuan  bersama.  Masyarakat  yang memiliki latar belakang dari berbagai bentuk kebutuhan maka banyak timbul gejolak-gejolak atau persepsi  dalam  memandang  dan  menanggapi  berbagai  informasi.  Untuk  melihat  setiap  gejolak yang  timbul,  Public Relations harus  memiliki  strategi  dan  membiasakan  diri  berorientasi  kemasa depan   yang   merupakan   sebagai   sikap   yang   harus   dimiliki   oleh   manusia   dalam   problem kemasyarakatan agar komunikasi yang disampaikan tepat pada sasaran yang diinginkan.   
Strategi itu harus dipahami oleh tiap-tiap bagian dari setiap divisi dalam perusahaan, Menurut D. Ronald Smith (2005: 10-11), ada beberapa langkah yang ditetapkan sebagai strategi Public relations, yaitu: (1) Formative Research, Fase pertama dalam proses perencanaan strategis menurut Smith  adalah  riset formatif atau  riset stategis adalah kegiatan pendahuluan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dan  menganalisa situasi yang dihadapi . Dalam fase ini terdapat tiga tahap yakni analisis situasi, analisis organisasi dan analisis publik. (2) Strategy, Strategi merupakan jantungnya perencanaan public relations maupun masaran dan bidang lainnya yang berkaitan. Strategi adalah keseluruhan rencana organisasi, meliputi apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Strategi memiliki tiga tahap, yakni menetapkan tujuan dan sasaran, memformulasikan aksi dan strategi respon, kemudian menggunakan komunikasi efektif. (3) Tactics, Setelah strategi di buat, kini tiba gilirannya untuk memasuki fase ketiga yaitu taktik. Pada fase ini terdiri dari pemilihan taktik komunikasi yang akan digunakan dan melakukan implementasi rencana strategis yang sudah disusun. (4) Evaluative Research, Pada fase terakhir adalah untuk mengetahui efektivitas berbagai taktik komunikasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. Tahap ini adalah tahap akhir dimana dikembangkan metode yang spesifik dalam mengukur keefektifan dari strategi yang ditempuh.
Jadi dapat disimpulkan, strategi Public Relations adalah pemikiran yang telah direncanakan oleh praktisi Public Relations untuk mengelola citra melalui berbagai kegiatan Public Reations untuk mecapai tujuan perusahaan.












Daftar Pustaka

Cutlip, Scott M. Allen H, Center. Broom, Glen M. 2005.  Effective Public Relations. Edisi 8. Jakarta. PT Indeks Kelompok Gramedia
Effendy, Onong Uchajana. 1993. Human Relations dan Public Reletions. Bandung: CV. Mandar Maju.
Jefkins, Franks. 2003. Public Relations. Edisi 5. Penerjemah Daniel Yadin .Jakarta. PT. Erlangga.
Smith, D. Ronald.2005. Strategic Planning For Public Relations. Second Edition. Lawrence Erlbaum Associates Publisher. London



Komentar

Postingan Populer